itel P55 5G Pakai Chipset Apa? Cek Performa, AnTuTu, dan Kemampuan Gaming

itel P55 5G warna gold dengan desain bodi elegan dan layar 90Hz, smartphone 5G terjangkau berbekal chipset MediaTek Dimensity 6080 untuk performa dan gaming harian
Tampilan fisik itel P55 5G, ponsel cerdas 5G sejutaan yang ditenagai chipset bertenaga untuk pengalaman gaming dan multitasking yang lancar.

Banyak calon pembeli yang langsung melontarkan satu pertanyaan kritis sebelum memutuskan untuk meminang HP ini: itel P55 5G pakai chipset apa? Pertanyaan ini sangat wajar. Di kelas harga yang sangat terjangkau, spesifikasi dapur pacu sering kali menjadi area pertama yang mengalami pemangkasan oleh produsen.

Namun, itel tampaknya mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih menggunakan prosesor kelas bawah, mereka menyematkan otak pemrosesan yang biasanya ditemukan pada perangkat dengan harga jauh lebih tinggi. Mengetahui apa chipset HP itel P55 5G bukan sekadar soal menghafal nama komponen, melainkan memahami seberapa jauh HP ini bisa diandalkan untuk menemani aktivitas harian Anda—mulai dari sekadar membalas pesan, berpindah antar aplikasi, hingga bermain game kompetitif.

Jika Anda sedang mencari tahu apakah ponsel ini layak dibeli berdasarkan kemampuan performanya, Anda berada di tempat yang tepat. Kita akan membongkar tuntas arsitektur prosesornya, membedah hasil skor benchmark, menganalisis performa di dunia nyata, hingga menjawab dengan jujur pertanyaan: apakah itel P55 5G cocok untuk game berat? Mari kita mulai dari jawaban yang paling Anda cari.

Spesifikasi Inti Performa

itel P55 5G menggunakan chipset apa? Perangkat ini ditenagai oleh prosesor MediaTek Dimensity 6080 5G dengan fabrikasi 6nm. Chipset ini masuk dalam kategori kelas menengah (mid-range) entry-level yang menawarkan efisiensi daya tinggi dan performa stabil.

  • Skor AnTuTu (v10): Berkisar antara 400.000 hingga 420.000 poin.
  • Kemampuan Gaming: Sangat lancar untuk game ringan hingga menengah (Mobile Legends, Free Fire). Bisa memainkan PUBG Mobile dengan stabil. Kurang direkomendasikan untuk game kelas berat seperti Genshin Impact pada grafis tinggi.
  • Kesimpulan Performa: Salah satu yang paling kencang dan efisien di kelas harganya, sangat memadai untuk kebutuhan kasual, pelajar, dan gamer kompetitif e-sports.

itel P55 5G Pakai Chipset Apa?

Mari kita bedah otak utama dari perangkat ini. Bagi Anda yang bertanya-tanya itel P55 5G chipset apa, pabrikan mempercayakan sektor dapur pacu pada MediaTek Dimensity 6080. Kehadiran chipset ini di kelas harga entry-level adalah sebuah kejutan besar (dan menyenangkan) bagi konsumen, karena biasanya kita hanya mendapatkan prosesor seri Helio G (yang belum mendukung 5G) atau Unisoc T-series pada rentang harga ini.

Nama dan Kelas Chipset

MediaTek Dimensity 6080 secara teknis adalah prosesor kelas menengah ke bawah (lower mid-range). Jika kita melihat rekam jejak industri silikon, Dimensity 6080 sebenarnya merupakan hasil rebranding atau penyegaran dari Dimensity 810 yang sangat populer. Langkah rebranding ini wajar dilakukan untuk menyesuaikan penamaan dengan portofolio modern MediaTek. Fokus utama dari lini Dimensity adalah menghadirkan konektivitas 5G yang cepat dipadukan dengan efisiensi daya yang luar biasa.

CPU dan Arsitektur

Sebuah chipset tidak bekerja sendirian; di dalamnya terdapat unit pemrosesan sentral (CPU). Dimensity 6080 memiliki konfigurasi prosesor delapan inti (octa-core) dengan pembagian tugas yang cerdas:

  • 2x Cortex-A76 (2.4 GHz): Ini adalah "inti performa" (Performance Cores). Tugasnya menangani pekerjaan berat seperti membuka aplikasi, merender grafis awal game, dan memproses data kompleks secara cepat.
  • 6x Cortex-A55 (2.0 GHz): Ini adalah "inti efisiensi" (Efficiency Cores). Tugasnya menangani aktivitas ringan seperti memutar musik di latar belakang, sinkronisasi notifikasi, dan menjaga agar baterai tidak cepat habis saat HP dalam kondisi standby.

Arsitektur bit.LITTLE seperti ini memastikan HP tidak membuang-buang energi baterai untuk tugas-tugas sepele, namun tetap memiliki tenaga cadangan saat Anda tiba-tiba membuka game.

GPU dan Kemampuan Grafis

Untuk urusan visual, rendering antarmuka, dan pengolahan grafis 3D pada game, Dimensity 6080 terintegrasi dengan GPU Mali-G57 MC2. Angka "MC2" berarti GPU ini memiliki dua inti pengolah grafis. Meskipun bukan GPU kelas atas, Mali-G57 sudah menggunakan arsitektur Valhall yang terbukti sangat efisien menerjemahkan kode game menjadi visual halus di layar HP tanpa menghasilkan panas berlebih.

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah proses fabrikasinya. Chipset ini dibangun menggunakan teknologi fabrikasi 6nm dari TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). Semakin kecil angka nanometer (nm), semakin rapat transistor di dalamnya. Hasilnya? Performa lebih cepat, namun dengan konsumsi listrik (baterai) yang jauh lebih irit dibandingkan chipset lawas berukuran 12nm atau 10nm.

Seberapa Kencang Chipset itel P55 5G?

Mengetahui spesifikasi di atas kertas belum tentu menjawab rasa penasaran Anda. Lantas, seberapa kencang sebenarnya itel P55 5G jika digunakan di dunia nyata?

Kemampuan CPU

Kombinasi Cortex-A76 dengan kecepatan 2.4 GHz membuat respon sentuhan dan waktu tunggu (loading) terasa instan untuk kelas harganya. Ketika Anda menekan ikon aplikasi WhatsApp atau YouTube, CPU langsung mengalokasikan inti performanya. Kecepatan 2.4 GHz ini tergolong tinggi; banyak kompetitor di kelas harganya yang membatasi clock speed di angka 2.0 GHz atau 2.2 GHz. Perbedaan 0.2 hingga 0.4 GHz ini terasa ketika Anda membuka dokumen PDF berukuran besar atau melakukan scrolling panjang di media sosial.

Kemampuan GPU

Mali-G57 MC2 bukanlah "monster" grafis, namun ia dirancang untuk bekerja cerdas pada resolusi HD+ (720p). Karena layar itel P55 5G beresolusi HD+ (bukan Full HD+), beban kerja GPU menjadi jauh lebih ringan. Ia hanya perlu memproses lebih sedikit piksel dibandingkan layar resolusi tinggi. Information gain krusial yang sering dilupakan: kombinasi chipset tangguh dan layar HD+ justru melahirkan performa gaming yang lebih mulus dan stabil, karena GPU tidak bekerja ngos-ngosan.

Posisi Performa Chipset

Jika kita memetakan posisinya di pasaran, performa Dimensity 6080 berada tepat di atas batas aman kenyamanan ponsel Android modern. Ini bukan performa flagship, tetapi sudah melewati zona "HP lemot" yang sering dikeluhkan pengguna ponsel murah. Anda mendapatkan keseimbangan antara harga, kecepatan operasional, dan ketersediaan sinyal 5G masa depan.

Berapa Skor AnTuTu itel P55 5G?

Bagi sebagian besar pengguna yang berorientasi pada data terukur, aplikasi benchmark seperti AnTuTu Benchmark adalah patokan utama. Berapa AnTuTu itel P55 5G?

Hasil Benchmark

Berdasarkan berbagai pengujian kredibel menggunakan AnTuTu v10, skor itel P55 5G rata-rata tercatat di angka 400.000 hingga 420.000 poin. Angka ini memecahkan rekor tersendiri di kelas harga satu jutaan. Untuk memberikan konteks, kebanyakan smartphone di rentang harga yang sama biasanya hanya mampu menyentuh skor AnTuTu di kisaran 200.000 hingga 280.000 (umumnya menggunakan Helio G85 atau Unisoc T612).

Komponen Penilaian (AnTuTu v10) Estimasi Skor
CPU (Kecepatan Prosesor) ~130.000
GPU (Kemampuan Grafis) ~95.000
MEM (RAM & Storage) ~100.000
UX (Pengalaman Pengguna) ~90.000

Mengapa Skor Bisa Berbeda?

Jika Anda mencoba melakukan tes sendiri dan mendapatkan angka 395.000 atau 415.000, jangan panik. Skor AnTuTu bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh beberapa faktor saat pengujian dilakukan:

  • Suhu Ruangan dan Perangkat: Chipset akan menurunkan kecepatannya secara otomatis (throttling) jika suhu terdeteksi terlalu panas untuk melindungi komponen. Pengujian di ruangan ber-AC akan menghasilkan skor lebih tinggi.
  • Kapasitas RAM Aktif: AnTuTu menguji memori. Banyaknya aplikasi latar belakang yang belum ditutup bisa mengurangi skor memori (MEM).
  • Kondisi Baterai: Menguji dalam kondisi baterai di bawah 20% sering kali memicu mode hemat daya paksa pada sistem Android, yang mencekik performa CPU.

Apa Arti Skor Tersebut Bagi Pengguna?

Jangan terjebak hanya pada angka. Skor 400 ribuan memiliki interpretasi praktis yang jelas di dunia nyata. Angka UX (User Experience) yang tinggi menandakan bahwa animasi scrolling layar, waktu respons layar sentuh, dan perpindahan aplikasi di itel P55 5G dipastikan lancar tanpa gejala "patah-patah" (stuttering) yang parah. Ini adalah garansi bahwa HP tidak akan terasa berat untuk pemakaian wajar setidaknya selama 2-3 tahun ke depan.

Catatan: Untuk detail daya tahan baterai selama menjalankan benchmark dan aktivitas harian, silakan baca ulasan komprehensif di pembahasan lengkap itel P55 5G.

Bagaimana Performa itel P55 5G untuk Pemakaian Harian?

Banyak yang bertanya tentang gaming, namun faktanya, 80% waktu kita bersama HP dihabiskan untuk aktivitas non-gaming. Bagaimana keandalan chipset ini menghadapi rutinitas harian?

Aplikasi Sehari-hari

Untuk aplikasi esensial seperti WhatsApp, Chrome, aplikasi perbankan, dan email, performa itel P55 5G terasa berlebih (overkill). Membuka banyak tab di browser Google Chrome—yang dikenal rakus memori dan daya CPU—bisa ditangani dengan sangat baik oleh inti efisiensi Cortex-A55.

Multitasking

Kemampuan berpindah antar aplikasi (multitasking) sangat bergantung pada manajemen RAM dan kecepatan baca/tulis memori internal. Untungnya, meskipun harganya murah, itel menggunakan teknologi penyimpanan UFS 2.2 (bukan eMMC 5.1 yang lambat). UFS 2.2 ibarat jalan tol untuk data; mempercepat proses pemanggilan aset aplikasi. Dikombinasikan dengan kapasitas RAM fisik yang lega (dan fitur ekspansi RAM virtual), perpindahan dari aplikasi Gojek, kemudian membalas WhatsApp, lalu kembali ke Instagram, berjalan mulus tanpa harus memuat ulang (reload) aplikasi dari awal.

Streaming dan Media Sosial

Saat asyik scrolling TikTok atau Instagram Reels, layar 90Hz pada itel P55 5G bekerja selaras dengan GPU Mali-G57. GPU mampu merender frame dengan cepat sehingga gerakan visual terasa lebih mengalir. Menonton video YouTube resolusi 1080p 60fps juga berjalan lancar tanpa frame drop, dengan decoding video tingkat perangkat keras yang ditangani langsung oleh chipset secara efisien, menghemat konsumsi baterai.

itel P55 5G Bisa Main Game Apa Saja?

Kini kita masuk ke pertanyaan favorit: itel P55 5G bisa main game apa saja? Berkat paduan Dimensity 6080, memori UFS, dan layar HD+, rentang game yang bisa dimainkan perangkat ini cukup luas. Kami membaginya dalam tiga kategori realistis:

Game Ringan

Game kasual dengan grafis 2D atau 3D sederhana tidak memberikan beban berarti pada chipset ini.

  • Subway Surfers, Candy Crush, Stumble Guys: Berjalan di 60 FPS mentok tanpa fluktuasi. HP tetap dingin meski dimainkan lebih dari satu jam.

Game Menengah (E-Sports Kompetitif)

Ini adalah "zona nyaman" atau sweet spot dari itel P55 5G. Perangkat ini bisa diandalkan untuk push rank berkat stabilitas FPS-nya.

  • Mobile Legends: Bang Bang (MLBB): Anda bisa mengatur grafis ke tingkat High/Ultra (jika terbuka pengaturannya) dengan frame rate yang konsisten di kisaran 60 FPS. Saat team fight yang ramai efek skill, penurunan frame rate sangat minim dan tidak mengganggu alur kompetitif.
  • Free Fire (FF) & FF Max: Bisa dimainkan pada setelan grafis Max atau Ultra dengan resolusi tinggi. Game berjalan sangat mulus dan sangat responsif terhadap sentuhan jari.

Game Berat

Game dengan dunia terbuka (open-world) atau tekstur grafis kompleks membutuhkan kompromi khusus.

  • PUBG Mobile: Chipset ini membuka pengaturan grafis Smooth - Ultra (40 FPS) atau Balanced - Ultra. Bermain di pengaturan Smooth - Ultra sangat disarankan karena FPS sangat stabil, memudahkan Anda memenangkan baku tembak jarak dekat.
  • Call of Duty Mobile (CODM): Dapat dimainkan di grafis Medium - High frame rate. Pengalaman bermain mode multiplayer sangat lancar.
Judul Game Kategori Beban Rekomendasi Setelan Grafis Catatan Performa
Mobile Legends Menengah High / Ultra 60 FPS stabil, cocok untuk push rank.
Free Fire Max Menengah Ultra Sangat lancar, minim stutter.
PUBG Mobile Menengah - Berat Smooth - Ultra (40FPS) Stabil, render map cepat berkat memori UFS.
Genshin Impact Sangat Berat Lowest - 30 FPS Bisa jalan, tapi akan ada frame drop saat bertarung.

Apakah itel P55 5G Cocok untuk Game Berat?

Banyak pengguna yang bertanya dengan ekspektasi tinggi: apakah itel P55 5G cocok untuk game berat seperti Genshin Impact atau Honkai Star Rail?

Batas Kemampuan Hardware

Kita harus bersikap realistis. Meskipun memiliki prosesor seri Dimensity dan skor AnTuTu tinggi, itel P55 5G bukanlah smartphone gaming murni. Arsitektur GPU Mali-G57 MC2 memiliki batasan fisik dalam merender poligon, tekstur bayangan, dan efek partikel kompleks dalam waktu milidetik secara terus-menerus tanpa henti.

Pengaturan Grafis yang Realistis

Jika Anda memaksa memainkan Genshin Impact, Anda wajib mengatur seluruh setelan ke "Lowest" (paling rendah) dengan pembatasan frame rate di 30 FPS. Dalam kondisi ini, game masih playable (bisa dimainkan) untuk sekadar mengerjakan misi harian (daily commissions) atau eksplorasi ringan. Namun, jika Anda masuk ke domain atau bertarung melawan banyak musuh dengan efek elemen bertubi-tubi, Anda akan merasakan penurunan FPS (stuttering) yang cukup terasa.

Kompromi Performa dan Kualitas Grafis

Verdict jujur: Jika fokus utama Anda adalah memainkan game AAA paling berat di Android selama berjam-jam, itel P55 5G akan terasa kurang optimal. Perangkat ini lebih ditujukan bagi casual gamer atau pemain game e-sports populer. Memaksakan game seberat Genshin Impact hanya akan membebani CPU ke kapasitas maksimalnya yang berujung pada peningkatan suhu yang signifikan.

Bagaimana Stabilitas Performa Saat Gaming?

Performa puncak (peak performance) dalam lima menit pertama tidak ada artinya jika HP "loyo" pada menit ke-30. Bagaimana stabilitas itel P55 5G?

Suhu dan Thermal

Keuntungan terbesar menggunakan chipset fabrikasi 6nm adalah manajemen suhu yang prima. Berdasarkan pola termal prosesor ini, saat digunakan bermain PUBG Mobile selama 30-40 menit, peningkatan suhu bodi belakang (terutama area dekat kamera) masih dalam tahap wajar, berkisar di angka 40°C hingga 42°C. Area layar juga akan terasa hangat, namun tidak sampai level "menggigit" atau mengganggu kenyamanan genggaman tangan Anda.

Throttling (Penurunan Performa Otomatis)

Throttling adalah mekanisme pertahanan diri HP. Jika terlalu panas, sistem akan memelankan kecepatan prosesor. Berkat efisiensi Dimensity 6080, itel P55 5G mampu mempertahankan sekitar 85-90% dari performa maksimalnya pada tes CPU Throttling selama 15 menit. Artinya, saat Anda sedang seru-serunya push rank di menit ke-20, HP ini tidak akan tiba-tiba menjadi lambat secara drastis.

Konsumsi Baterai

Bermain game kompetitif di jaringan Wi-Fi relatif hemat berkat inti A55 yang cerdas mengatur arus daya. Namun, jika Anda bermain sambil menggunakan jaringan seluler 5G secara aktif, konsumsi baterai akan meningkat secara signifikan, diiringi peningkatan suhu ekstra akibat kerja keras antena seluler mencari sinyal berkecepatan tinggi.

itel P55 5G Setara dengan HP Apa?

Untuk memudahkan Anda menempatkan kelas performanya, mari kita bandingkan dengan chipset dan smartphone lain yang beredar di pasaran. Banyak yang penasaran, itel P55 5G setara dengan HP apa?

Perbandingan Chipset

Dari sisi arsitektur dan kapabilitas silikon, MediaTek Dimensity 6080 memiliki performa komputasi yang sangat identik dengan Dimensity 810. Jika kita membandingkannya dengan kubu Qualcomm, chipset ini bersaing ketat (setara) dengan Snapdragon 695 5G dan sedikit mengungguli Snapdragon 680 atau 685 (karena seri 680/685 hanya menggunakan inti Cortex-A73 yang lebih tua, sementara Dimensity 6080 menggunakan A76). Jika dibandingkan dengan chipset 4G sejuta umat dari MediaTek, performanya bersaing ketat di atas kertas dengan Helio G99.

Perbandingan Benchmark

Dengan skor AnTuTu v10 di kisaran 400K+, itel P55 5G berdiri sejajar dengan ponsel-ponsel mid-range yang diluncurkan pada harga Rp2,5 juta - Rp3,5 jutaan setahun atau dua tahun lalu. Performa raw power-nya jauh meninggalkan HP berchipset Helio G85 (skor ~250K) atau Snapdragon 680 (skor ~300K) yang sering merajai kelas sejutaan.

Perbandingan Gaming dan Kelas Harga

Jadi, HP apa yang memiliki performa setara? Ponsel seperti Redmi Note 13 5G, POCO X4 Pro 5G (Snapdragon 695), atau Infinix Note 30 (Helio G99) memiliki kelas performa dan pengalaman gaming yang mirip-mirip. Bedanya, itel P55 5G menghadirkan tenaga tersebut pada titik harga yang jauh lebih agresif dan terjangkau.

Kelebihan dan Kekurangan Performa itel P55 5G

Agar lebih objektif, mari kita rangkum kekuatan dan kelemahan spesifik dari sektor dapur pacunya:

Kelebihan Performa Kekurangan Performa
  • Chipset Powerful di Kelasnya: Dimensity 6080 memberikan nilai price-to-performance yang luar biasa.
  • Efisiensi 6nm: Manajemen suhu dan baterai sangat baik untuk aktivitas berat harian.
  • UFS 2.2 Storage: Mempercepat loading aplikasi, instalasi game, dan transfer file (tidak lambat seperti eMMC).
  • Dukungan 5G Modern: Modem 5G terintegrasi yang cepat dan siap untuk masa depan (future-proof).
  • Bukan untuk Game AAA Berat: Grafis GPU kurang memadai untuk melibas game seperti Genshin Impact dengan lancar.
  • Terbatas di Layar HD+: Meskipun meringankan kerja chipset, rendering visual kurang tajam bagi penikmat grafis resolusi tinggi.
  • Tidak Mendukung Video 4K: Chipset dan ISP-nya membatasi perekaman video maksimal hanya di resolusi 2K atau 1080p.

(Catatan: Ingin melihat pilihan visual dan varian ketersediaan? Anda bisa merujuk ke panduan pilihan warna itel P55 5G untuk menentukan opsi gaya Anda.)

Siapa yang Cocok Menggunakan itel P55 5G?

Keputusan membeli sebuah perangkat keras teknologi sangat bergantung pada profil Anda sebagai pengguna. Untuk membantu Anda memutuskan, kami menyusun Decision Framework (kerangka keputusan) berikut:

Cocok Untuk:

  • Pelajar & Mahasiswa: Membutuhkan HP lancar untuk multitasking tugas, Zoom, WhatsApp, tanpa lag yang menguras emosi.
  • Pemain E-Sports Kasual: Bermain Mobile Legends atau Free Fire setiap hari demi mengejar Rank dengan budget pas-pasan, namun butuh FPS stabil.
  • Pengguna Gojek/Grab & Kurir: Storage UFS dan RAM besar meminimalkan resiko aplikasi maps atau ojek force close (menutup sendiri) saat sedang sibuk. Dukungan 5G menjamin koneksi tercepat di area yang mendukung.

Kurang Cocok Untuk:

  • Gamer "Hardcore" Game Berat: Jika misi hidup Anda adalah menamatkan Genshin Impact di grafis tinggi, Anda harus menyiapkan budget lebih untuk mencari HP dengan prosesor kelas atas (flagship).
  • Content Creator & Videografer: Keterbatasan pada rendering ISP (Image Signal Processor) bawaan chipset ini membuatnya kurang ideal untuk editing video berat berlapis-lapis di CapCut atau rendering video 4K.

Kesimpulan: Apakah Performa itel P55 5G Masih Layak?

Verdict Akhir

Kembali ke pertanyaan utama: itel P55 5G pakai chipset apa? Ia dipersenjatai MediaTek Dimensity 6080 5G. Dengan mempertimbangkan skor AnTuTu yang menembus 400.000, fabrikasi 6nm yang efisien, dan ketersediaan memori jenis UFS 2.2, performa itel P55 5G sangat layak, bahkan masuk kategori luar biasa untuk kelas harganya.

Buyer Decision (Keputusan Membeli)

Jika anggaran Anda berada di rentang harga perangkat ini, dan kebutuhan utama Anda adalah "sebuah HP yang cepat untuk sehari-hari, tidak nge-lag saat berpindah aplikasi, bisa buka banyak tab, dan nyaman diajak main Mobile Legends bersam teman", maka itel P55 5G adalah rekomendasi wajib beli (Must-Buy). Anda mendapatkan performa mesin kelas menengah dengan harga kelas bawah.

Namun, jika Anda mendambakan visual grafis resolusi Full HD+ yang tajam atau hobi memainkan game open-world berkapasitas puluhan Gigabyte, Anda mungkin perlu menimbang ulang dan melihat opsi di segmen harga di atasnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. itel P55 5G chipset apa?
Perangkat ini menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6080 berfabrikasi 6nm yang sudah mendukung konektivitas jaringan 5G.

2. Berapa skor AnTuTu itel P55 5G?
Berdasarkan pengujian AnTuTu Benchmark v10, skornya berada di rentang 400.000 hingga 420.000 poin, bergantung pada suhu dan kondisi pengujian.

3. itel P55 5G bisa main game apa saja?
HP ini sangat lancar untuk memainkan game kasual dan e-sports populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile pada pengaturan grafis menengah ke bawah.

4. Apakah itel P55 5G cocok untuk game berat?
Kurang direkomendasikan. Untuk game sekelas Genshin Impact, Anda harus mengatur grafis ke tingkat paling rendah (Lowest) dan mungkin masih akan merasakan sedikit penurunan frame rate saat kondisi ramai.

5. itel P55 5G setara dengan HP apa?
Secara performa komputasi dan chipset, ia setara dengan HP yang menggunakan prosesor MediaTek Dimensity 810, Helio G99, atau Qualcomm Snapdragon 695.

6. Apakah chipset itel P55 5G cepat panas?
Tidak. Chipset Dimensity 6080 dirancang dengan fabrikasi 6nm yang sangat efisien daya, sehingga manajemen suhu atau termalnya terjaga sangat baik meski digunakan bermain game berdurasi sedang.

7. Apakah itel P55 5G cocok untuk multitasking?
Sangat cocok. Dukungan memori internal berjenis UFS 2.2 membuat proses buka-tutup dan perpindahan antar aplikasi menjadi jauh lebih cepat dan responsif ketimbang HP dengan memori eMMC biasa.

8. Apakah HP ini mendukung frame rate tinggi (High FPS)?
Bisa, perangkat ini mendukung layar 90Hz yang berarti antarmuka dan game yang mendukung dapat berjalan maksimal hingga 90 Frame Per Second (selama limitasi chipset tidak terlampaui).

9. Mengapa skor AnTuTu saya berbeda dari review?
Skor AnTuTu tidak mutlak. Variasi skor sering terjadi akibat perbedaan suhu ruangan, banyaknya aplikasi latar belakang yang berjalan, atau tingkat persentase baterai saat tes dijalankan.

10. Apakah HP ini worth it untuk jangka panjang (2-3 tahun)?
Dari segi performa dasar (chipset dan 5G), HP ini sangat future-proof. Performa Dimensity 6080 masih akan cukup relevan untuk menangani pembaruan aplikasi ringan hingga menengah setidaknya untuk 2-3 tahun ke depan.